Tuhan itu Maha Adil



Malam itu saya membaca sebuah buku karya Nur Cholis Huda seorang penulis di majalah Muhammadiyah, tentang sebuah tulisan yang berjudul Inspirasi. Dalam tulisan itu diceritakan terdapat gadis yang mengalami cacat fisik saat lahir. Dia mengalami lobster claw sindrome. Jumlah kedua jari tangannya tidak sepuluh, tapi hanya empat. Kedua kakinya hanya sebatas lutut. Namun, dia bisa menjadi sebuah inspirasi dengan menjadi pemain piano terkenal.
Sang Ibu yang melahirkannya tidak pernah menyesal telah melahirkan seorang putri yang cacat. Dia tetap membesarkan anaknya dengan penuh cinta. Sadar bahwa putrinya mempunyai kekurangan, sang Ibu mencoba mencari dan menjelajahi semua hal yang bisa di lakukan anaknya agar kelak saat dewasa tetap bisa berguna meski punya kekurangan. Maka sang Ibu mulai melatih motorik sang putri dengan mengajarinya bermain piano. Upaya sang Ibu akhirnya berhasil. Putrinya berhasil menjadi pemain piano dan menjadi Inspirasi di dalam keterbatasannya.
Membaca kisah tersebut, saya teringat dengan murid-murid saya dahulu. Beberapa dari mereka ada yang terlahir sebagai anak autis dan ada juga yang mengalami kelainan fisik karena terkena step.  Sebagian orang mungkin memandang mereka sebagai anak yang tidak mungkin berhasil dan cenderung meremehkan potensi mereka. Bahkan mungkin mereka menganggap mereka sebagai gangguan. Dengan tingkahnya yang kadang hiperaktif.
Namun, setelah saya bergaul dengan mereka beberapa hari saya menemukan sesuatu yang luar biasa pada mereka. Memang secara kasat mata mereka benar-benar berbeda dengan teman sebayanya. Secara penglihatan mungkin mereka juga tidak secerdas teman-temannya yang lain. Namun, dibalik semua itu Tuhan memberikan sesuatu dibalik kekurangan mereka.
Salah satu murid saya yang terkena Autis mempunyai kelebihan pada bidang matematika yang luar biasa. Di saat teman-temannya masih sibuk berhitung dengan jari-jari mereka saat saya memberi soal, anak tersebut bisa menjawab soal tersebut hanya kurang dari satu menit. Hal kecil yang selalu membuat saya tersenyum jika mengingat hal itu.  Begitu pula dengan temannya yang juga kena autis mempunyai minat yang luar biasa pada buku dan olahraga. Satu temannya yang lain yang juga punya keterbatasan punya minat yang luar biasa pada komputer. Itu lah mereka punya kelebihan yang unik yang dihadirkan Tuhan dibalik kekurangannya.
Tanpa kita sadari sesungguhnya mereka yang terlahir dengan keterbatasan dan segala kekurangan, tentu punya kelebihan. Kita terkadang memandang mereka dengan satu kacamata saja, bahkan kadang cenderung meremehkan dan tidak menghargai. Karena kita selalu memandang kekurangannya tanpa memandang apa kelebihannya.
Seyogyanya Tuhan menciptakan segala sesuatu itu selalu berpasangan. Ada malam tentu ada siang. Ada suka pasti ada duka. Ada kekurangan pasti ada kelebihan dibalik kekurangan itu.  Kita pun terkadang tidak pernah sadar dengan kelebihan yang kita punya. Seseorang terlalu sibuk memikirkan kekurangannya terus menerus hingga membuatnya merasa tidak percaya diri. Tidak pernah sekalipun mengintip atau bahkan mencari tahu apa yang menjadi kelebihannya untuk menutupi kekurangannya. Karena pada hakikatnya setiap manusia selalu dikaruniai potensi masing-masing.
Mungkin harusnya kita punya malu pada mereka yang punya kekurangan, tapi mampu menutupi kekurangannya itu dengan prestasi yang luar biasa. Kita yang dilahirkan normal tanpa ada kekurangan selalu saja menuntut pada Tuhan kenapa seperti ini dan seperti itu. Kita selalu saja kehilangan rasa syukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan pada kita.
Alangkah baiknya jika kita mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan pada kita. Dengan menggali potensi secara maksimal bukankah itu termasuk wujud syukur kita pada Tuhan?. Tuhan tidak mungkin memberi sesuatu yang buruk pada kita. Jika pun kita diberi sesuatu yang buruk akan ada yang baik yang mengikuti. Jika Tuhan memberi kita kekurangan pasti Tuhan telah mengirimkan kelebihan yang lain pada kita juga. Tinggal bagaimana cara kita menggali kelebihan itu. Suatu kekurangan bukanlah sebab untuk menuntut Tuhan bahwa Tuhan itu tidak adil pada kita. Kekurangan itu seharusnya kita gunakan untuk mencari tahu sebenarnya apa kelebihan kita.
Percayalah Tuhan itu Maha Adil.

0 komentar:

Posting Komentar