Catat! Wanita Itu Harus Cerdas



Wanita!.
Salah satu bahasan yang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibicarakan dari jaman dahulu hingga sekarang salah satunya adalah wanita. Dari mulai kelahirannya hingga kelak akhir zaman, selalu menarik.
Tapi saya tidak mau membahas masalah sepanjang itu. Ada bahasan yang selalu menggelitik untuk saya ungkap dalam tulisan ini. Kecerdasan dan peranan wanita dalam peradaban.
Kita tahu sejak  dahulu bahkan sebelum adanya agama Islam, wanita selalu terpinggirkan. Bahkan ketika jaman jahiliah wanita begitu tidak diharapkan. Dibunuh hidup-hidup. Hingga Islam datang dan mengangkat derajat wanita ke arah yang lebih tinggi.
Namun, meski Islam sudah meletakkan posisi wanita sebagai makhluk yang mulia, tetap saja wanita mendapatkan diskriminasi. Terutama soal pendidikan. Kita tahu bahwa, masih tabu jika wanita mempunyai pendidikan yang tinggi. Selalu saja ada yang meremehkan.
Untuk apa wanita sekolah tinggi-tinggi jika akhirnya harus berada dirumah mengurus suami, dan anak. Atau istilah yang sering kita dengar, wanita cukup tahu urusan sumur, kasur dan dapur. Hanya itu saja.
Padahal tidak demikian. Wanita dengan pendidikan tinggi berpeluang menghasilkan generasi yang hebat pula. Saya analogikan seperti ini, jika sang wanita hanya ingin berpendidikan A, maka ilmu yang ia ajarkan pada anaknya hanya A saja, karena itu yang ia tahu. Lain jika sang Wanita punya pendidikan A, tapi ia juga masih ingin menambah ilmu lain, hingga Z misalnya, maka ilmu yang ia berikan pada anaknya juga akan banyak, tidak hanya satu ilmu saja. Bukankah seorang wanita adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Lalu bagaimana jika ada pertanyaan, saya tidak bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi hingga S3 misalnya, hanya sampai SMA atau hanya sarjana S1 saja, lalu bagaimana?.
Sekali lagi saya lebih senang menekankan bahwa wanita cerdas itu tidak harus bertitel profesor, pendidikannya harus sampai S3, tidak harus. Meski hanya berpendidikan SMA atau dibawahnya, ia masih bisa menjadi wanita cerdas jika terus mau belajar. Ilmu tidak selalu di dapatkan di jenjang formal, bisa dari informal. Ingat kehidupan adalah sekolah kita yang sebenarnya. Mungkin memang lebih baik mempunyai pendidikan hingga S3 jika bisa, tapi tidak tertutup kemungkinan kita pun masih bisa cerdas dengan cara lain. Apa itu?
Yang paling sederhana, dan yang paling kerap di abaikan, BACA BUKU. Sederhana, tapi sulit dilakukan. Padahal dengan banyak membaca kita akan banyak tahu tentang hal-hal yang tidak akan kita dapatkan di dunia formal. Perluas wawasan dengan banyak membaca berbagai macam buku.
Kedua, dengan majunya teknologi informasi banyak pengetahuan yang kita dapatkan dari internet, dari televisi dari media cetak dan lain-lain. Hidup sekarang serba enak dan cepat, jadi tak ada alasan untuk tidak menambah pengetahuan.
Ketiga, banyak bergaul dengan orang-orang yang berilmu. Disekitar kita pasti banyak, kita tinggal mengambil ilmu mereka dengan banyak ngobrol dengan mereka.
Wanita. Entah dia seorang wanita karir dalam hidupnya atau full menjadi Ibu rumah tangga, harus tetap punya semangat untuk menambah pengetahuannya. Karena, tentu kita akan senang sekali jika kita kelak sebagai seorang wanita punya generasi yang cerdas juga kan.
Terakhir, ada sebuah kutipan yang menarik hati saya:

Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai Ilmu pengetahuan(Rohana Kudus).

Tuh...tidak ada keraguan lagi kan, kalau wanita itu harus Cerdas!.

0 komentar:

Posting Komentar