7 Trik Jitu Hadapi Toilet Training Agar Sukses Tanpa Drama


Bagi sebagian Ibu yang mempunyai anak balita, tahapan toilet training adalah salah satu bagian yang paling jadi momok menakutkan. Bagaimana tidak, jika seharusnya seorang Ibu biasanya tenang ketika anaknya buang air kecil atau besar karena memakai pempers, kini harus siap dengan segala kerempongan. Harus sigap ketika anak pipis di sembarang tempat tanpa komando dan harus persiapan celana dalam yang lebih banyak.
Hal itu juga yang saya rasakan ketika harus menghadapi toilet training putri saya. Target saya sebenarnya, sih ketika usia 2 tahun harus lulus tanpa ada pempers lagi. Namun, karena berbagai hal, toilet training putri saya berhasil ketika berusia 3 tahun. Walaupun harus sering bangun tengah malam lebih sering, menerima kenyataan kasur sering diompoli dan persiapan celana lebih banyak dari biasanya.
Alhamdulilah, hanya butuh waktu tak kurang dari 3 bulan, akhirnya tahapan ini berhasil saya lewati. Untuk melewatinya tentu butuh perjuangan dan tips yang tidak mudah. Ingin tahu tips apa saja yang saya pakai, baca artikel ini sampai habis ya;
1. Niatkan Dengan Kuat
Satu hal pertama yang harus dilakukan adalah menanamkan niat yang kuat saat memutuskan bagi anak untuk tidak lagi memakai diapers. Tanpa niat yang kuat hal yang lain sebagai pendukung tidak akan begitu berguna. Pastilah kita tidak lupa, bukan?bahwa hal apa pun selalu diiringi dengan niat jika ingin berhasil. Berdasarkan pengalaman 2 kali melakukan toilet training, niat ini sangat berpengaruh. Pertama kali melalukannya, saya memang tidak terlalu niat dan belum yakin akan berhasil. Hasilnya? Memang tidak berhasil. Baru pada toilet training yang kedua, niat saya sangat besar. Hasilnya pun sangat menggembirakan. Tak perlu ada drama yang menyakitkan.
2. Harus Ada Rasa Ikhlas,Kesiapan dan Keyakinan dari Ibu
Satu lagi, bahwa Kita sebagai Ibu harus yakin, siap dan ikhlas saat mulai melakukan toilet training.  Mengapa demikian? Karena anak pun akan lebih siap ketika melakukannya. Ikatan bonding yang kuat, adalah faktor mengapa ketika ibu siap dan ikhlas, akan lebih mudah melakukan tiolet training
3. Kekompakan Antara Kedua Orang Tua
Saat melakukan toilet training, kedua orang tua harus kompak dan bisa bekerja sama antara satu dengan yang lain. Kekompakan sebagai orang tua akan berpengaruh besar pada keberhasilan. Kekompakan bisa dimulai dari niat, saat anak pipis dimana-mana, saat anak ngompol tengah malam dan kompak dalam menyemangati diri sendiri dan anak.
4. Dukungan Dari Lingkungan
Poin lain yang tidak boleh dilupakan adalah dukungan dari lingkungan. Bukan hanya orang tua saja yang harus kompak, lingkungan juga demikian. Utamanya lingkungan di dalam rumah. Beri pengertian bahwa anak sedang dalam masa toilet training dan minta pemakluman jika anak pipis tanpa dikomando. Dukungan yang kuat akan berpengaruh pada lamanya masa tersebut. Semakin besar, maka masa yang dilewati tidak akan terlalu lama.
5. Konsisten Untuk Tidak Lagi Memakai Diapers
Apabila sudah niat untuk melakukan toilet training, maka niat untuk tidak lagi memakai diapers juga harus lebih kuat. Ketidak konsistenan dalam hal ini justru akan membuat anak merasa bingung. Jadi jika ingin berhasil, jauhkan diapers.
6. Sabar dan Ingat Bahwa Ini Tidak Lama
Bisa dibilang masa toilet training adalah masa yang berat bagi orang tua. Bagaimana tidak, seorang Ibu harus rela berulang kali mengantar anak pipis tengah malam atau sabar ketika anak ngompol berulang kali. Sabar ini akan berbuah manakala toilet training yang dilakukan berhasil dan ingatlah, bahwa masa itu tidak akan lama, Moms.
7. Sounding Anak Terus Menerus
Kerjasama tidak hanya antara kedua orang tua saja. Kerjasama juga harus dilakukan dengan anak. Lakukan sounding tiap akan tidur. Beri pengertian pada anak, bahwa dia tidak boleh lagi memakai diapers. Siapkan mentalnya dan beri pengertian bahwa jika dia ingin pipis atau buang air besar bisa dilakukan di kamar mandi.

Demikian beberapa tips yang telah saya lakukan dalam masa toilet training putri saya, semoga tips yang sedikit ini juga bisa bermanfaat untuk para Moms lainnya. 


1 komentar:

  1. wah setuju banget sama poin terakhir :D semangat selalu ya Bunda!

    BalasHapus